Ditulis oleh: Andy Hermawan
Kutulis catatan ini untuk para sahabatku.
Yang sedang dilanda emosi.
Yang sedang diterpa badai konflik.
Dan berada di puncak klimaksnya saat ini.
S A H A B A T
Sebuah kisah,
Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib
yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Di tengah perjalanan, mereka bertengkar,
dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar merasa sakit hati
tapi dengan tanpa berkata-kata dia menulis di atas pasir:
“HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.”
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis,
di mana mereka memutuskan untuk mandi.
Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya
mencoba berenang namun nyaris tenggelam,
dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang,
dia menulis di sebuah batu :
“HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.”
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya bertanya,
"Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir,
dan sekarang kamu menulis di batu?"
Temannya sambil tersenyum menjawab,
"Ketika seorang sahabat melukai kita,
kita harus menulisnya di atas pasir agar
angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut.
Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi,
kita harus memahatnya di atas batu hati kita,
agar tidak bisa hilang tertiup angin."
Cerita ini sangat membuatku terharu.
Membuatku mengatakan bahwa, “sahabat itu sempurna.”
Dan kuharap kuakan terus bersamanya.
^^
Seribu pengorbanan untuk satu kebahagiaan.
Dan seribu penderitaan untuk satu alasan.
Itulah persahabatan.
Mereka memberi tanpa ingin diberi.
Berbagi tanpa berharap akan dibagi.
Menyayangi tanpa hasrat ingin disayangi.
Dan percayalah!
Mencari persahabatan tidaklah semudah
Seperti mendapatkan seorang teman.
Teman akan memberimu senyuman.
Tapi sahabat akan memberimu kebahagiaan.
Teman akan menikammu dari belakang.
Tapi sahabat akan menamparmu dari depan.
Teman itu hanya menerima kelebihan.
Tapi sahabat bisa menerima segala kekurangan.
Seribu teman datang saat kau tertawa bahagia.
Tapi, seorang sahabat akan datang saat kau berderai air mata.
Seorang sahabat,
Saat dia melakukan sebuah kesalahan.
Dia akan menyuruhmu untuk memakinya.
Dan mencacinya hingga mulutmu berbusa.
Hingga menyuruhmu pergi dan memilih jalan yang kau suka.
Tetapi, tahukah?
Saat itu hatinya tak ingin berpisah denganmu.
Dan sewaktu dia jauh darimu,
Dia akan selalu mendoakanmu.
Dengan air mata yang mengalir di pipinya itu.
Bahkan, jika kau tersesat,
Pintu hatinya selalu terbuka lebar untuk menolongmu.
^^
Ayolah sobat!
Sadarlah!
Jangan kau tunggu hingga tiba sebuah perpisahan.
Jangan kau tunggu hingga semua hanyalah sebuah kenangan.
Hari itu akan tiba.
Di mana kita akan merindukan semua yang pernah terjadi di kota ini.
Saat kita berjumpa.
Bersama dalam tawa,menangis, dan berteriak.
Menyanyikan lagu, menghadapi tantangan, mengejar sebuah mimpi.
Semua yang kita lakukan bersama-sama.
Dan pastinya diakhiri oleh sebuah perpisahan yang penuh dengan air mata.
Dan suatu saat kita pasti akan merindukannya.
Apa yang kau tunggu?
Tak ada yang tahu,
Kapan nafasmu akan berhenti?
Kapan nadimu akan berdiam diri?
So, cepatlah!
Ulurkan tanganmu itu segera!
Jangan tunggu sampai hari itu tiba!
Bila tak ingin seribu sesal tercipta.
Karena penyesalan selalu datang di akhir cerita,
Bukan di awal cerita.
Lekas genggam tangannya!
Rangkul erat tubuhnya!
Selagi kau masih bisa!
Lalu, kita melangkah bersama.
Menari bersama.
Tertawa bersama.
Seperti sedia kala.
Sobat!!!!!
Cahayamu tak akan redup.
Kisah kita tak akan pernah pudar.
Karena persahabatan ini milik kita.
Doaku untukmu :
Ya Allah!
Jagalah sahabatku.
Jangan hapus senyum manisnya itu.
Sebab disitu,
Aku menemukan sebagian hidupku.
Aku mohon,
Jangan sampai hatinya terluka.
Abadikanlah hubungan kami untuk selamanya.
Janganlah engkau basahi pipinya dengan air mata.
Tapi hiasilah dengan senyuman nan bahagia.
Seandainya,
Engkau memisahkan kami di suatu masa.
Berikanlah sahabat yang lebih baik untuknya.
Agar tawa selalu mengiringi hidupnya.
Terima kasih sahabat.
Dirimu, adalah yang terbaik yang pernah ada.
Yang tak akan pernah terlupa.
Untuk selamanya.
Cerita kita kan selalu tersimpan.
Karena perpisahan bukanlah akhir dari sebuah realita.
Tapi ia adalah pintu menuju ruang yang bernama cita-cita.
Kuyakin saat itu akan tiba.
Saat di mana aku akan meneteskan air mata.
Saat kuingat lembaran indah dalam sebuah cerita.
Sebuah cerita tentang persahabatan kita.
Untuk sahabatku tercinta.
^_^
sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=288267481192270
