Jumat, 28 Oktober 2011

Buat Sahabat

Ditulis oleh: Andy Hermawan

Kutulis catatan ini untuk para sahabatku.
Yang sedang dilanda emosi.
Yang sedang diterpa badai konflik.
Dan berada di puncak klimaksnya saat ini.

S  A  H  A  B  A  T

Sebuah kisah,

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib
yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Di tengah perjalanan, mereka bertengkar,
dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar merasa sakit hati
tapi dengan tanpa berkata-kata dia menulis di atas pasir:
“HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.”  
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis,
di mana mereka memutuskan untuk mandi.
Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya
mencoba berenang namun nyaris tenggelam,
dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang,
dia menulis di sebuah batu :

“HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.”
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya bertanya,
"Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir,
dan sekarang kamu menulis di batu?"
Temannya sambil tersenyum menjawab,
"Ketika seorang sahabat melukai kita,
kita harus menulisnya di atas pasir agar
angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut.
Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi,
kita harus memahatnya di atas batu hati kita,
agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Cerita ini sangat membuatku terharu.
Membuatku mengatakan bahwa, “sahabat itu sempurna.”
Dan kuharap kuakan terus bersamanya.
^^

Seribu pengorbanan untuk satu kebahagiaan.
Dan seribu penderitaan untuk satu alasan.
Itulah persahabatan.

Mereka memberi tanpa ingin diberi.
Berbagi tanpa berharap akan dibagi.
Menyayangi tanpa hasrat ingin disayangi.

Dan percayalah!
Mencari persahabatan tidaklah semudah
Seperti mendapatkan seorang teman.
Teman akan memberimu senyuman.
Tapi sahabat akan memberimu kebahagiaan.
Teman akan menikammu dari belakang.
Tapi sahabat akan menamparmu dari depan.
Teman itu hanya menerima kelebihan.
Tapi sahabat bisa menerima segala kekurangan.
Seribu teman datang saat kau tertawa bahagia.
Tapi, seorang sahabat akan datang saat kau berderai air mata.

Seorang sahabat,
Saat dia melakukan sebuah kesalahan.
Dia akan menyuruhmu untuk memakinya.
Dan mencacinya hingga mulutmu berbusa.
Hingga menyuruhmu pergi dan memilih jalan yang kau suka.
Tetapi, tahukah?
Saat itu hatinya tak ingin berpisah denganmu.
Dan sewaktu dia jauh darimu,
Dia akan selalu mendoakanmu.
Dengan air mata yang mengalir di pipinya itu.
Bahkan, jika kau tersesat,
Pintu hatinya selalu terbuka lebar untuk menolongmu.
^^

Ayolah sobat!
Sadarlah!
Jangan kau tunggu hingga tiba sebuah perpisahan.
Jangan kau tunggu hingga semua hanyalah sebuah kenangan.

Hari itu akan tiba.
Di mana kita akan merindukan semua yang pernah terjadi di kota ini.
Saat kita berjumpa.
Bersama dalam tawa,menangis, dan berteriak.
Menyanyikan lagu, menghadapi tantangan, mengejar sebuah mimpi.
Semua yang kita lakukan bersama-sama.
Dan pastinya diakhiri oleh sebuah perpisahan yang penuh dengan air mata.
Dan suatu saat kita pasti akan merindukannya.

Apa yang kau tunggu?
Tak ada yang tahu,
Kapan nafasmu akan berhenti?
Kapan nadimu akan berdiam diri?
So, cepatlah!
Ulurkan tanganmu itu segera!
Jangan tunggu sampai hari itu tiba!
Bila tak ingin seribu sesal tercipta.
Karena penyesalan selalu datang di akhir cerita,
Bukan di awal cerita.

Lekas genggam tangannya!
Rangkul erat tubuhnya!
Selagi kau masih bisa!

Lalu, kita melangkah bersama.
Menari bersama.
Tertawa bersama.
Seperti sedia kala.

Sobat!!!!!
Cahayamu tak akan redup.
Kisah kita tak akan pernah pudar.
Karena persahabatan ini milik kita.

Doaku untukmu :

Ya Allah!
Jagalah sahabatku.
Jangan hapus senyum manisnya itu.
Sebab disitu,
Aku menemukan sebagian hidupku.

Aku mohon,
Jangan sampai hatinya terluka.
Abadikanlah hubungan kami untuk selamanya.
Janganlah engkau basahi pipinya dengan air mata.
Tapi hiasilah dengan senyuman nan bahagia.

Seandainya,
Engkau memisahkan kami di suatu masa.
Berikanlah sahabat yang lebih baik untuknya.
Agar tawa selalu mengiringi hidupnya.

Terima kasih sahabat.
Dirimu, adalah yang terbaik yang pernah ada.
Yang tak akan pernah terlupa.
Untuk selamanya.

Cerita kita kan selalu tersimpan.
Karena perpisahan bukanlah akhir dari sebuah realita.
Tapi ia adalah pintu menuju ruang yang bernama cita-cita.
Kuyakin saat itu akan tiba.
Saat di mana aku akan meneteskan air mata.
Saat kuingat lembaran indah dalam sebuah cerita.
Sebuah cerita tentang persahabatan kita.

Untuk sahabatku tercinta.
^_^



sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=288267481192270







Reorientasi Semangat Pemuda Indonesia

Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak perduli...

Beberapa waktu yang lalu kita sempat dihebohkan dengan berita yang cukup miris didengar. Tak lain adalah berita tawuran antar mahasiswa di suatu daerah.

Pada satu kesempatan pula saya sempat melihat beberapa anak muda yang kira - kira umurnya seumuran mahasiswa terlibat debat kusir, adu komentar bahkan saling mengadu asesmen satu sama lain. Padahal masalah yang dibahas sangat sepele (bahkan tergolong gak penting): Siapakah almamater yang paling dibutuhkan Indonesia? -,-"

Dan suatu saat di twitter saya juga pernah mengikuti tweet seseorang yang bisa dikatakan muda lah. Orangnya saya gak kenal (dia follow saya duluan dan minta follback). Isi tweeinya itu tentang materi yang -sepertinya- baru dia dapatkan di kelas / kampus. Bahasa - bahasanya tinggi banget, bahkan terkesan ngajarin. Ketika ada yang mengkritik, dia cuma teriak (pakai capslock), "Tau apa lo tentang kedokteran?"

Sering kali kita juga melihat aksi mahasiswa yang awalnya bertujuan amat mulia, namun sayangnya harus dikotori dengan aksi saling mendorong bahkan sampai terlihat adu fisik. Lebih parahnya lagi, ketika diperiksa ternyata aksi tersebut tidak memiliki izin melakukan aksi.

Ir. Soekarno, pada masa kejayaan pemerintahannya, dalam setiap pidatonya sering membahas tentang semangat pemuda yang selalu berapi-api. Salah satu kutipannya yang amat terkenal adalah, "berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengubah dunia". Dan bahkan beberapa kursi parlemen pada saat itu pun termasuk dari golongan pemuda.

Memang tak bisa dipungkiri lagi, masa muda adalah ibarat masa keemasan dalam kehidupan seseorang. Masa muda adalah masa - masa penuh gelora, penuh tenaga, penuh ambisi dan penuh yang lainnya. Semua pemuda di berbagai belahan dunia (tak terkecuali di Indonesia) jika melalu masa ini penuh gelora ini pasti hari - harinya penuh dengan semangat juang. Namun, ada pertanyaan besar yang perlu  kita garisbawahi: "Kemanakah orientasi pengaplikasian dari semangat pemuda Indonesia masa kini? Apakah kepada peng-oposisi-an kepemerintahan secara berkesinambungan? Ataukah kepada kepentingan individual dengan alih - alih pengaruh terhadap masa depannya? Ataukah hanya sebatas kepada gengsi antar kelompok / RAS / sebagainya?

Betapa mirisnya negeri kita yang tercinta ini. Ketika rakyat - rakyat biasa yang sudah memasuki usia tak produktif sudah menaruh harapan besar kepada pemuda negeri ini -terlebih lagi kepada pemudaberintelektualitas tinggi, mahasiswa, justeru dikecewakan dengan sikap yang kurang tepat. Makin maraknya tawuran antar pelajar bahkan mahasiswa yang -katanya- berintegritas tinggi pun sekarang mulai ikut tawuran. Aksi demo mahasiswa menentang bahkan -katanya- mengecam kepresidenan secara berlebihan bahkan sering terjadi aksi tak diinginkan. Kurangnya dukungan terhadap kinerja sebagian pemerintahan yang sudah mulai membaik, kerap membuat para pemerintah yang mulai membaik itu menjadi merasa tak ada gunanya memperbaiki kinerja. Toh sama saja dia dibilang bangsat keparat koruptor bajingan juga, sama seperti yang lain. Maraknya debat - debat kusir antar mahasiswa yang sebenarnya amat gak pentig, hanya memancing emosi, egoisme dan perpecahan. Apalagi ditambah makin ramainya rasa apatis para pemuda kepada sistem negara sehingga membuat masyarakat awam semakin ragu dan acuh atas peluang kemajuan negara kita.

Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita selaku pengemban harapan -yang insya Allah akan mengemban amanah- untuk menumbuhkan sikap terbuka dan objektif, sehingga ketika ada perbaikan yang teraplikasi dapat kita dukung semaksimal mungkin dan membuat Indonesia semakin optimis mewujudkan pemerintahan yang lebih baik. Tak lupa juga untuk terus mengawasi kinerja ulil amri di NKRI tercinta ini dan terus mengkritisi serta mengoreksii tanpa pandang bulu. Ketika Pak SBY melakukan reshuffle kemudian kita melakukan protes besar - besaran, seharusnya itu juga terjadi ketika KPK mengalami ketumpulan, bahkan ketika Kasus Freeport mengambang.

Sekarang bukan lagi saatnya mengadu teori, bukan lagi saatnya untuk pamer kata - kata ilmiah, bukan lagi saatnya apatis terhadap ideologi lain. Kalau ada perbedaan pendapat yang tidak krusial, sepertinya tidak perlu diperdebatkan sedemikian hebat. Justeru perselisihan antar petinggi golongan di negeri ini mungkin sudah terbentuk ketika tak ada toleransi saat mereka masih muda. Saatnya berdewasa dalam menyikapi pendapat.

Di samping itu, kemampuan kita untuk berfikir secara idealis seharusnya diseimbangkan dengan kecerdasan emosional sehingga akan terus melahirkan penilaian objektif dan penyikapan yang efektif. Kini saatnya Indonesia dipimpin oleh orang - orang yang matang, bukannya yang mencari debat sana - sini, apalagi yang mengaja berkelahi ketika kalah berdebat (aduh rancu banget kalimatnya -,-). Sudah saatnya bagi kita untuk mengubah orientasi gelora jiwa muda kita, menuju efektifitas ideologi dan penyikapan, dalam rangka perbaikan negeri kita tercinta ini dengan tidak melibatkan ego masing - masing personal atau golongan.

Semoga Allah selalu memudahkan langkah kita dalam mewujudkan negara Indonesia yang telah diidamkan sekian lama.

Allohu a'lam

Senin, 24 Oktober 2011

Wanita Memang Susah Ditebak

WANITA MEMANG SUSAH DITEBAK

Jika dikatakan cantik dikira menggoda, jika dibilang jelek di sangka menghina
Bila dibilang lemah dia protes, bila dibilang perkasa dia nangis.
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak (sambil ngomel "masa disamakan dengan cowok?").
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut (sambil ngomel, "egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan!")

Jika di tanyakan siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan bilang Ibunya, tapi kenapa yah lebih bangga jadi wanita karir, padahal ibunya adalah ibu rumah tangga.

Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah..
Bila di ajari mukanya merah..
Bila di sanjung mukanya merah,
Jika marah mukanya merah, kok sama semua?

Bingung !!

Ditanya ya atau tidak, jawabnya: diam,
Ditanya tidak atau ya, jawabnya: diam,
Ditanya ya atau ya, jawabnya: diam,
Ditanya tidak atau tidak, jawabnya: diam,

Ketika didiamkan malah marah (repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).

Di bilang ceriwis marah,
Dibilang berisik ngambek,
Dibilang banyak mulut tersinggung,
Tapi kalau dibilang S u p e l wadow seneng banget..

Padahal sama saja maksudnya.

Dibilang gemuk, enggak senang padahal maksud kita sehat gitu lho,
Dibilang kurus malah senang padahal maksud kita "kenapa loe jadi begini??!!!"

Jumat, 14 Oktober 2011

9 Janji KH Jazuli Juwaini & Drs. H Ma'mun Muzakki

Seperti yang kita ketahui, pada tanggal 22 Oktober 2011 nanti masyarakat Banten akan menyambut euphoria rakyat berupa pemilihan Gubernur yang baru untuk periode 2012-2017. Dan dengan adanya agenda itu pula, banyak tokoh dari berbagai kalangan dan partai politik mulai mengajukan kandidat - kandidat yang pantas untuk mengurus dan membenahi Banten selanjutnya.

Pada akhirnya muncullah tiga pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur yang sah dan resmi menjadi calon. Mereka adalah Atut - Rano Karno yang mewakili koalisi Partai Golkar, PDI P, PAN, dan beberapa partai kecil. Kemudian yang kedua ada Wahidin - Irna yang berasal dari Partai Demokrat. Dan yang terakhir adalah KH Jazuli - Muzakki yang merupakan perwakilan dari koalisi keumatan (PKS, PPP, PBR dan PKNU).

Uniknya, dari ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut, hanya ada satu pasangan yang berani terang - terangan mengungkapkan rencana programnya (kita sebut dengan janji) secara detil, jelas dan frontal. Mereka adalah pasangan KH Jazuli Juwaini dan Drs H Ma'mun Muzakki.

Inilah 9 janji Jazuli-Zakki apabila terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten:
1.       Rp. 1 Milyar untuk pembangunan infrastruktur tiap desa
2.       Penyediaan ½  juta Lapangan Kerja
3.       Penyediaan Pendidikan 100% Gratis sampai dengan SLTA/MA Negeri
4.       Penyediaan 1 unit traktor tiap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)
5.       Penyediaan layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan Rawat Inap di RSUD kamar kelas 3
6.       Pengadaan sarana olah raga untuk umum di setiap kecamatan
7.       Penyediaan beras untuk masyarakat kurang mampu 15 kg/bulan per KK
8.       Penyediaan kredit usaha untuk kaum Ibu Rp. 10 juta tiap RW
9.       Bantuan dana pengembangan Rp 100 juta tiap pondok pesantren.


Menurut laporan dari juru bicara koalisi tersebut, 9 Janji tersebut merupakan hasil dari rumusan 99 doktor se- Provinsi Banten. Drs. H. Ma'mun Muzakki, yang juga dicalonkan sebagai Wakil Gubernur dari kolisi ini, ketika ditanya mengenai ketidakrasionalitas-an program ini karena terasa mustahil, dengan tegas menjawab, " Banten adalah Provinsi kelima terkaya di Indonesia, dengan APBD mencpai 4 triliun lebih. Bukan mustahil bila saya katakan program ini akan berjalan. yang mustahil itu: kalau uang 400 milyar lenyap begitu saja nggak tahu kemana."

Ya, mungkin masyarakat Banten sudah mengetahui rahasia umum kasus Dana Hibah yang menimpa Gubernur Banten saat ini. Ditambah lagi dengan fakta mengejutkan yaitu Provinsi Banten merupakan Provinsi dengan angka busung lapar paling tinggi di Indonesia. However, Sebagai muslim yang cerdas, sudah sepatutnya kita memilih Pemimpin yang benar - benar layak menjadi Pemimpin menurut kriteria ideal. Semoga saja, Allah memberikan pemimpin yang terbaik untuk umat ini dan 9 janji tersebut akan segera terelisasikan. Wallahul Musta'an.